Nama : Ainur Rosida
NIM : 933600117
Prodi : Tasawuf dan Psikoterapi
Dosen : Bapak Limas Dodi
KHULAFAUR’ RASYIDUN
Assalamualikum Warohmatullahiwabarohkatu
اَلْحَمْدُ ِللهِ الْمَلِكِ الْحَقِّ الْمُبِيْنِ، الَّذِي حَبَانَا بِالْإِيْمَانِ واليقينِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد،ٍ خَاتَمِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِين، وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيِن، وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ أَجْمَعِين، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ
Salam untuk teman-temanku, semoga yang membaca ini bisa dapat bermanfaat dan pahala Aminn. Hari ini saya akan menulis tentang resume dari mata kuliah Sejarah Peradaban Islam. Tema yang saya resume adalah Khulafaur’Rasyidun. Khulafaur Rasyidin berasal dari kata Khulafa yang artinya adalah pengganti, sedangkan Ar-rasyidin mempunyai arti mendapat petunjuk. Jadi menurut bahasa arti dari Khulafaur Rasyidin adalah orang yang ditunjuk sebagai pengganti yang selalu mendapat petunjuk dari Allah. Sedangkan secara istilah adalah pemimpin umat islam dan kepala negara yang selalu mendapat petunjuk dari Allah untuk meneruskan perjuangan dakwah Rasulullah. Khulaur Rasyidin merupakan khalifah (pemimpin) yang dijabat oleh keempat sahabat Rasulullah yang tercatat paling dekat dengan nabi dan paling semangat dalam membela ajaran yang dibawanya di saat masa kerasulan Muhammad.
Tugas khulafaur rasyidin
1. Abu bakar siddiq (11-13 H/ 632-634 M)
A. Riwayat singkat Abu Bakar
Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Utsman bin ‘Amir bin ‘Amr bin Ka’ab yang terkenal dengan Abd al-Ka’bah di masa jahiliyah. Lahir di Makkah dua tahun beberapa bulan setelah tahun gajah,beliau lebih muda dua tahun dari Rasulullah s.a.w. yang berperilaku terpuji, tidak perna minuman khamar dan selalu menjaga kehormatan diri.
Abu bakar masa mudahnya adalah seorang saudagar kaya, dia yang pertama masuk islam dari kalang dewasa.
B. Masa menjadi khalifah
Mengenai penggantian Nabi sebagai kepalah negara dalam kapasitasnya sebagai kepalah negara di madinah, sedang kedudukannya sebagai rasul tidak dapat digantikan siapapun. Karena itu, tidak lama setelah beliau wafat, sejumlah tokoh Anshar dan muhajjirin berkumpul di balai Tsaqifah Bani Sa’idah Madinaah. Mereka bermusyawarah untuk memilih siapa yang ditunjuk menjadi kepala negara. Orang-orang Muhajirin mengatakan bahwa mereka yang paling berhak menjadi khalifah karena merekahlah yang mula-mula masuk islam dan Nabi berasal dari kalangan mereka. Sementara orang-orang Anshor menyeebutkan mereka pula yang paling berhak karena mereklah yang telah membantu dan melindungi Nabi dari serangan kaum Quraisy pada waktu hijjrah di madinah.
Kemudian Abu bakar mengingatkan kaum Anshor terhadaap hadits Nabi yang mengatakaan “ Pemimpin itu dari Quraisy”. Akhirnya abu bakar terpilih sebagai pmimpin atas usul Umar bin khaththah, ketika itu usia Abu Bakar 61 tahun
C. Perang riddah
Ada tiga golongan pembangkang yang muncul sepeninggalan Rasulullah, yaitu orang-orang murtad, orang-orang yang enggan membayar zakat dan Nabi-nabi palsu. Orang –orang murdat muncul dari kalangan Bahrain, sedangkan orang yang tidak membayar zakat kebanyakan terdapat di Yaman, Yamamah dan Omah. Adapun Nabi palsu muncul dari Yaman,(al-Aswad), Yamamah (Musailamah), Arabia Selatan (Thulaihah), Arabia tengah (Sajah).
D. Abu bakar wafat
Pada saat pasukan islam sedang berada pada diluar kota Abu Bakar sakit selama satu minggu. Pada saat sakit itu, dia bermusyawarah dengan para sahabat termuka, yang berhasil menetapkan penggantinya Umar bn Khathab sebagai khalifah kedua.Abu bakar meninggal dunia dalam usia 63 tahun, setelah memerintahkan selama dua tahun kemudian.
2. Umar bin Khathab (13-23 H/634-644 M)
A. Riwayat singkat Umar bin Khaththah
Nama lengkapnya adalah Umar bin Khaththah Nafil bin Abd al-Uzza bin Rabah bin Ka’ah bin Luny al-Quraisy. Umar dilahirkan diMakkah empat tahun sebelum perang Fijar. Dia fasih berbicara, tegas dalam menyatakan pendapat dan membelah yang hak.
B. Masa menjadi khalifah
Ketika Abu Bakar sakit, siapa di antara mereka yang sesuai diangkat menjadi khalifah, yang tegas tidak kejam dan yang lembut tidak lemah. Dia mendapatkan kriteria pilihannya itu, di antara dua sahabat, yaitu antara Umar bin Khaththab dan Ali bin Abi Thalib. Tetapi kemudian pilihannya jatuhkepada Umar.
C. Perluasan Wilayah
Bagian utara , Bagian barat , Bagian timur
D. Mengatur Administrasi Negara
a. Menertibkan sistem pembayaran gaji dan pajak
b. Mendirikan pengadilan negara dalam rangka memisahkan lembaga yudikatif dengan lembaga eksekutif.
c. Kepala negara dalam rangka menjalakan tugas eksekutifnya, ia dibantu oleh penjabat yang disebut al-Kitab (sekreteris negara).
d. Membentuk jabatan kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertipan serta menangkap penjahat.
e. Mencetak mata uang sebagai alat tukar yang resmi dari negara
f. Menciptakan kalender islam atau tahun hijirah
E. Perkembangan peradaban Islam
Ø Pembukuan Al-Qur’an
Ø Ilmu Qira’at
Ø Ilmu Tafsir
Ø Ilmu Hadits
Ø Ilmu Nahwu
Ø Ilmu Fiqih
Ø Ilmu Arsitektur
F. Umar terbunuh
Ditangan budak persia, bernama Abu Lu’lu’(Abd Mughiroh). Karena orang-orang persia sangat merasa dendam kepada umar yang menaklukkan dan telah menghancurkan negeri mereka, dan sebab itu mereka mempergunakan budak tersebut untuk membunuhnya.meninggal pada usia 63 tahun, setelah memerintah selama sepuluh tahun.
3. Utsman bin Affan (23-35 H/644-656 M)
a) Riwayat singkat Utsman bin Affan
Lahir pada tahun kelima dari kelahiran Rosulullah s.a.w . tapi ada yang mengatakan dia lahir pada tahun keenam sesuudah tahun gajah. Utsman dinikahkan Nabi dengan putrinya Rukaiyah bin Muhammad s.a.w. Ustman selalu ikut dalam peperangan, kecuali perang badar, karena dia sibuk menjaga istrinya Rukaiyah yang sedang sakit, kemudian Ustman dinikahkan Rasulullah dengan putri Ummuh Kalsum, itulah sebabnya dia digelari Dzunnurain
b) Diangkat menjadi khalifah
Para sahabat termuka meminta umar agar menetapkan penggantinya sebagai khalifah bila dia meninggal dunia.
c) Kebijakan Utsman
ü Dia mengangkat kaum kerabatnya pada jabatan-jabatan tinggi negara atau dikenal dengan politik
ü Membubarkan dewan pengelola Baitul Mal yang dulu dibentuk pada masa khalifah Umar dan jabat oleh Abdullah ibn Arqam.
ü Tanah-tanah itu diolah oleh rakyat dan negara meperoleh bagian dari hasil tanah itu. Kini dimasa Utsman tanah-tanah itu diperjual-belikan seperti tanah negara yang ada di Basrah dan Kfah dijual kepada Talhah dan Zubair.
d) Utsman terbunuh
Salah satu seorang di antara mereka terkena panah yang datang dari kediaman khalifah. Mereka mendesak agar si panah diserahkan kepada mereka. Akhirnya mereka menyerbu kediaman kholifah dan membunuhnya dalam usia sekitar 82 tahun.
4. Ali bin Thalib (35-40 H/656-661 M)
1) Riwayat singkat Ali bin Thalib
Dia terlahirkan di makkah sepuluh tahun sebelu kerasulan Nabi Muhammad s.a.w. Ali dinikahkan Nabi dengan puterinya fathimah binti Muhammad s.a.w. pada tahun ketiga hijrah, saat itu usia ali dua puluh enam tahun. Ali terkenal ahli menunggang kuda dan sebagai seorang pemberani dan orang yang cerdas.
2) Diangkat menjadi khalifah
Dari fakta membuktikan bahwa ali tidak mendapat pengakuan dari beberapa sahabat penting di madinah, ditambah lagi dari penduduk wilayah syam. Maka tidak mengherankan kalau dikatakan bahwa pemerintahan ali inilah yang paling tidak stabil. Dia dihadapkan pada konflik berkepanjangan dari awal samapai akhir pemerintahan beliau. Konflik dengan Aisyah, Muawiyah, dan dengan bekas aanak buahnya Khawarij.
3) Kebijaksanaan Ali
Pertama, memecat gubernur yang diangkat Utsman termasuk Muawiyah yang sudah menjadi gubernur syam semenjak khalifah umar. Kedua, mengambil kembali tanah-tanah negara yang sudah dijual-beliakan kroni-kroni khalifah Utsman.
4) Konflik dengan Aisyah (perang jamal)
Ali terbunuhSetelah berbaiat atas kekhilafahan Ali bin Abi Talib, Thalhah bin Ubaidillah dan Zubair bin Awwam pergi ke Mekkah dan bertemu dengan Aisyah untuk meminta pertanggung jawaban kematian Utsman bin Affan. Kemudian Ya’la bin Munyah dari Basra dan Abdullah bin Amir dari Kufah turut bergabung. Akhirnya mereka sepakat untuk berangkat ke Basra beserta 700 orang lainnya untuk mencari pembunuh Utsman bin Affan.
Sesampainya di Basra mereka menemui Gubernur Basra yaitu Utsman bin Hunaif dan menahan pergerakan pasukan ini berharap mereka mau menunggu kedatangan Ali dari Madinah. Tetapi karena provokasi salah seorang khawarij yang bernama Jalabah, peperangan antara Utsman bin Hunaif dan pasukan Aisyah tidak terbendung. Yang mengakibatkan terbunuhnya Utsman bin Hunaif. Ali pun baru mendengar kematian gubernurnya saat di Kufah. Disini dia mengumpulkan pasukan hingga berjumlah 10.000 pasukan.
5) Konflik dengan Muawiyah (perang shaiffin)
Pasukan Muawiyah mendapatkan serangan hebat dari pasukan Malik Asytar, mereka merasakan akan mendapat kekalahan. Untuk bisa keluar dari kondisi ini Muawiyah datang menemui Amru bin ‘Ash. Maka dengan usulan Amru bin ‘Ash dan perintah Muawiyah, pasukan Syam menancapkan tombak ke Al-Quran dan meneriakan yel-yel; wahai penduduk Irak! Hakim antara kita adalah Tuhan. Bala tentara Syam juga datang dengan berteriak: wahai kelompok Arab! Pikirkanlah anak-anak dan istri-istri kalian, jika kalian terbunuh, besok siapa yang akan berperang melawan kaum Romawi, Turki dan Persia
6) Munculnya kaum khawarij
Sekelompok dari pengikut Imam Ali As dari awal penentangan dengan perundingan damai dan menganggap bahwa hal itu langkah mundur dari agama dan keraguan dalam iman. Sebagian juga dengan alasan dua ayat Al-Quran (Al-Maidah: 44 dan Hujurat: 9) menginginkan berlanjutnya perang dengan Muawiyah dan menganggap kafir bagi siapa saja yang menerima perundingan damai serta hendak segera bertobat. Mereka menginginkan dari Imam Ali As untuk bertobat dari kekufuran ini dan membatalkan semua syarat yang diajukan oleh Muawiyah. Akan tetapi Imam Ali As tidak menerima untuk menolak perundingan damai. Setelah berakhirnya perang dan kembalinya Imam Ali As ke Kufah dan Muawiyah ke Syam, para penentang perundingan damai berpisah dari Imam Ali As dan pergi ke kawasan Harura' dekat dengan kota Kufah. Dengan demikian muncullah sebuah kelompok yang disebut dengan Khawarij
7) Peristiwa tahkim
Peristiwa Tahkim atau Arbitrase (Bahasa Arab: التحكيم أو تحكيم القرآن) adalah sebuah istilah untuk sebuah kejadian sejarah yang berhubungan dengan peran shiffin. Dalam kejadian ini Abu Musa al-Asy'ari merupakan perwakilan dan juri bagi pasukan Kufah (pasukan Imam Ali As) dan Amru bin ‘Ash merupakan perwakilan dari pihak pasukan Syam (pasukan Mawiyah). Kedua perwakilan ini melakukan perundingan untuk menyelesaikan perbedaan antara kaum muslimin satu dengan lainnya dan kedua pihak sepakat untuk memberikan pendapat sesuai dengan Al-quran dan hadis. Usulan perundingan diajukan dengan tipu daya Amru bin ‘Ash dan Muawiyah dalam rangka menyelamatkan pasukan mereka dari pasukan Imam Ali As dan Imam Ali As dari awal sudah menentang perundingan ini. Pasukan Syam ketika melihat mereka mulai terdesak dan hampir mengalami kekalahan, mereka menancapkan Al-Quran di ujung tombak dan meneriakkan syiar-syiar; bahwa hendaklah Al-Quran harus menjadi hakim bagi kedua pihak. Mengingat Amru bin ‘Ash perwakilan dari Syam berhasil dan mampu mengelabui Abu Musa Al-Asy'ari serta melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kesepakatan dengan memperkenalkan Muawiyah sebagai khalifah, maka perundingan pun tidak memberikan hasil dan hanya bisa menyelamatkan pasukan Syam dari kekalahan.
8) Ali terbunuh
Ali bin Abi thabib khalifah keempat Kekhalifahan Rasyidin dan Imam Syi'ah pertama, dibunuh oleh seorang khawarij bernama abdulrahman bin muljan pada tanggal 26 Januari 661 di Masjid agung kufah. Ali, yang pada saat itu berumur 62 atau 63 tahun, meninggal karena luka-lukanya, dua hari setelah Abdurrahman bin Muljam memukul kepalanya dengan pedang yang dilapisi racun, pada tanggal 21 (atau 19) Ramadhom 40 Hijirah (28 Januari 661 M). Ali adalah khalifah ketiga secara berturut-turut, setelah Umar dan Utsman, yang dibunuh.